5/13/13

Pajak Penerangan Jalan

A. Dasar Hukum 
Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2010 tentang Pajak Penerangan Jalan

B. Pengertian
Pajak Penerangan Jalan adalah pajak atas pengunaan tenaga listrik yang dihasilkan  sendiri maupun diperoleh dari sumber lain.

C. Obyek, Subyek dan Wajib Pajak
1. Objek Pajak adalah penggunaan tenaga listrik, baik yang dihasilkan sendiri maupun yang diperoleh dari sumber lain.
2. Listrik yang dihasilkan sendiri meliputi seluruh pembangkit listrik
3. Dikecualikan dari objek Pajak adalah:
  • Penggunaan tenaga listrik oleh instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah;
  • Penggunaan tenaga listrik pada tempat-tempat yang digunakan oleh kedutaan, konsulat, dan perwakilan asing dengan asas timbal balik;
  • Penggunaan tenaga listrik yang dihasilkan sendiri dengan kapasitas tertentu yang tidak memerlukan izin dari instansi terkait;
  • Penggunaan tenaga lisrik yang khusus digunakan untuk tempat ibadah.
4. Subjek Pajak adalah Orang pribadi atau badan yang dapat menggunakan tenaga listrik.
5. Wajib Pajak adalah Orang pribadi atau badan yang menggunakan tenaga listrik.
6. Untuk tenaga listrik yang disediakan oleh sumber lain, Wajib Pajak adalah penyedia tenaga listrik.
7. Jenis pemungutan untuk Pajak Penerangan Jalan ini adalah SELF ASSESMENT (dimana WP menghitung, melaporkan dan menyetorkan sendiri pajaknya)

D. Dasar pengenaan, Tarif, Masa Pajak dan Cara Perhitungan
1. Dasar pengenaan, tarif  dan masa pajak
a. Dasar pengenaan pajak adalah Nilai Jual Tenaga Listrik (NJTL)
b. NJTL ditetapkan:
  • Untuk tenaga listrik yang berasal dari sumber lain dengan pembayaran : NJTL adalah jumlah tagihan biaya beban/tetap + biaya, pemakaian kWh/variabel yang ditagihkan dalam rekening listrik
  • Untuk tenaga listrik yang dihasilkan sendiri : NJTL dihitung berdasarkan kapasitas tersedia, tingkat penggunaan listrik, jangka waktu pemakaian listrik, dan harga satuan listrik yang berlaku di wilayah daerah.
c. Tarif  pajak :
Untuk Penggunaan Listrik Dari Sumber Lain

         Rumah Tangga
     
Batas daya
Tarif
 450 - 1300 VA
 3%
 > 1.300 - 5.500 VA
 5%
 > 5.500
6%

         Bisnis


 Batas Daya
Tarif
 450 - 1.300 VA
4%
> 1.300 - 200 KVA
5%
 > 200 KVA
5%

         Sosial

Batas Daya
Tarif
450 - 1.300 va
 3%
 > 1.300 - 200 KVA
5%
 > 200 KVA
7%

         Industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam

Batas Daya
 Tarif
 450 - 1.300 VA
2,7%
 > 1.300 - 200 KVA
3%
 > 200 KVA
3%

Untuk Penggunaan Tenaga Listrik Yang Dihasilkan Sendiri sebesar 1,5%

a. Masa Pajak adalah jangka waktu yang lamanya 1 (satu) bulan kalender

2. Cara Perhitungan:
Cara Perhitungan   :  Tarif Pajak x Dasar Pengenaan.
Tarif pajak             :  variatif %
Dasar Pengenaan   :  NJTL

Untuk tenaga listrik yang dihasilkan sendiri, perhitungan NJTLnya adalah:
  1. Nilai Jual Tenaga Listrik untuk penggunaan secara murni adalah besarnya biaya pemakaian, yang dihitung dalam rupiah;
  2. Biaya pemakaian dihitung berdasarkan kapasitas daya dan penggunaan atau taksiran penggunaan listrik serta harga satuan listrik;
  3. Jika wajib pajak menggunakan alat pembangkit lebih dari 1 (satu) unit, maka nilai jual tenaga listrik dihitung secara akumulasi, kecuali apabila unit-unit pembangkit tersebut sebagian digunakan secara murni dan sebagian cadangan.
  4.  Harga satuan listrik ditetapkan sebagai berikut:
NO.
Kelompok Usaha
Batas Daya (KVA)
Harga satuan Listrik per - KWH
 1
 Bisnis / Niaga
 100 s.d 200
 Rp 330,00
 2
 Bisnis / Niaga
 >200
RP322,00
 3
 Industri
 100 s.d 200
 Rp 297,00
 4
 Industri
 201 s.d 30.000
 Rp 338,00
 5
 Industri
 > 30.000
 Rp 355,00
  1.  Harga Satuan Listrik ditetapkan dengan Keputusan Bupati yang sewaktu-waktu dapat berubah;
  2. Untuk tenaga listrik yang berasal dari alat pembangkit sendiri dengan memasang alat ukur, perhitungan biaya pemakaian sama dengan hasil perkalian jumlah KWh pemakaian tenaga listrik dengan harga satuan listrik;
  3. Untuk tenaga listrik yang  berasal dari alat pembangkit sendiri dengan tidak memasang alat ukur, perhitungan biaya pemakaian ditetapkan dengan rumusan sebagai berikut:
Biaya Pemakaian = kVA x FD x Jam Nyala x Rp/KWh
  •  kVA = Kapasitas Daya
  • FD = Faktor daya, yakni tolok ukur dlm bentuk angka yg digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan alat pembangkit  listrik dalam menghasilkan tenaga listrik.    
  • Jam Nyala = Jam nyala penggunaan listrik per bulan berdasarkan hasil Pendataan ( 1 bulan dihitung 30 hari);
  • Rp/KWh =  Harga satuan listrik per kWH yang  dihitung dalam rupiah dan ditetapkan  dalam Keputusan Bupati
a. Faktor Daya (FD) untuk penggunaan tenaga listik yang menggunakan alat ukur, ditetapkan berdasarkan data yang tertera pada alat pembangkit yang bersangkutan atau berdasarkan perhitungan/rumus, sebagai berikut:
FD = KWh : kapasitas

b. Faktor Daya (FD) untuk penggunaan tenaga listrik yang tidak menggunakan alat ukur ditetapkan berdasarkan usia penggunaan pembangkit listrik

c. Bagi pembangkit tenaga listrik yang digunakan sebagai Cadangan, nilai jual tenaga listrik dihitung berdasarkan hasil perkalian antara kapasitas daya, faktor daya dan tarif biaya beban.

Contoh Perhitungan Pajak Penerangan Jalan dari Sumber Lain
Sebuah Perusahaan Bisnis A membayar tagihan listrik dari PLN diluar pajak pada bulan Januari 2012 sebesar                                 Rp. 10.800.000,00
Daya yang dimiliki adalah 1.300 VA
Berapakah pajak yang harus disetorkan WP tersebut?

Cara perhitungan pajaknya:

Pajak                           = tarif pajak x dasar pengenaan
Tarif Pajak                   = 4%
Dsr pengenaan (NJTL) = Rp. 10.800.000,00
Maka Pajak yang harus dibayarkan pada  bulan tersebut adalah:                          
                                     = 4% x Rp. 10.800.000,00
                                     = Rp. 432.000,00

Contoh Perhitungan Pajak Penerangan Jalan dari yang dihasilkan sendiri:

      Sebuah perusahaan garmen (industri), menggunakan tenaga listrik yang dihasilkan sendiri (genset) secara murni tanpa alat ukur, dengan perincian sbb:

Perhitungan pajaknya adalah:
N J T L       = Jumlah Biaya Pemakaian
Tarif Pajak  = 1,5%

N J T L       = kVA x FD x Jam Nyala x Rp/KWh
                   = 2.115 x 0,70 x 409 x Rp. 338 = Rp. 20.667.281
Pajak yg hrs dibayar = 1,5% x 20.667.281 = Rp. 3.070.009

      Sebuah perusahaan textile menggunakan listrik yang dihasilkan sendiri (genset) untuk cadagan, dengan perincian sbb:

Perhitungan pajaknya adalah:

N J T L       = Jumlah Biaya Pemakaian
Tarif Pajak  = 1,5%

N J T L         = kVA x FD x Biaya Beban/kVA
                     = 2.320x 0,6750 x Rp.24.750 = Rp. 38.758.500
Pajak yg hrs dibayar = 1,5% x 38.758.500 = Rp. 581.377,5

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...